Pengemis Cinta
Kita berjumpa lagi Kita bermesra lagi Di pesta muzik malam ini Jangan kau bersedih hati Dengarlah laguku ini Lupakan duka lara di hati Suka Duka.. Biasa.. Sebagai.. Manusia.. Berfikirlah.. Di dalam dunia kehidupan Ianya pasti terjadi Janganlah kau turutkan hati Nanti binasa diri Teguhkan iman mu Tabahkan hati mu Berjuanglah (Solo) Kita berjumpa lagi Kita bermesra lagi Di pesta muzik malam ini Jangan kau bersedih hati Dengarlah laguku ini Lupakan duka lara di hati Di dalam dunia kehidupan Ianya pasti terjadi Janganlah kau turutkan hati Nanti binasa diri Teguhkan iman mu Tabahkan hati mu Berjuanglah Berjuanglah..
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Suka dan duka silih berganti Bayang dirimu menghilang kini Mengapa adakah aku bersalah Menangis hati memanggilmu Teringat segala sumpah janjimu Dahulu akulah suri hidupmu Apakah upaya Diriku wanita Dan yang tinggal kini Kedukaan Tak akan ku jadi Pengemis cintamu Akan kubuktikan Kepadamu Luka di hati kurawat sendiri Hari berlalu musim berganti Dan kini kau ingin Diriku lagi Apakah upaya Diriku wanita Dan yang tinggal kini Kedukaan
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Permata biru Usah biarkan dirimu Disaluti lumpur dan debu kota Permata biru Berhati-hatilah selalu Usah kau lontarkan dirimu ke lembah hina Engkau yang dinilaikan setinggi permata Rela membiarkan dirimu tercela Dengan jutaan sanjungan yang kau terima Engkau mudah merasa bangga mengapa Permata biru Usah biarkan dirimu Disaluti lumpur dan debu kota Permata biru Berhati-hatilah selalu Usah kau lontarkan dirimu ke lembah hina Seharusnya kau sedar Dirimu sungguh berharga Tiada dapat ditukar Harta benda Awasilah selalu Segala tingkah dan laku Demi kebahagiaan Menunggumu (Solo) Usah kau terus menghayalkan dirimu Dengan kata-kata Pujian yang palsu Segalanya akan Serta merta pudar Tiba waktu dan ketika Sedarlah Permata biru Usah biarkan dirimu Disaluti lumpur dan debu kota Permata biru Berhati-hatilah selalu Usah kau lontarkan dirimu ke lembah hina Permata biru Usah biarkan dirimu Disaluti lumpur dan debu kota Permata biru Berhati-hatilah selalu Usah kau lontarkan dirimu ke lembah hina Permata biru Usah biarkan dirimu Disaluti lumpur dan debu kota Permata biru Berhati-hatilah selalu Usah kau lontarkan dirimu ke lembah hina Permata biru Usah biarkan dirimu Disaluti lumpur dan debu kota Permata biru..
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Engkau yang pertama mengetuk pintu hati Dan kubuka untukmu Engkau yang pertama membawaku keluar Dalam percintaan... Di alam yang indah ini semuanya bagai mimpi Tak terasa sunyi sepi Nak ku jatuh mengikut rentak lagu Irama kasih sayang kau nyanyikan padaku... Engkau yang pertama melafazkan kata itu Membuatku terharu Engkau yang pertama dan engkau yang terakhir Bermain di hatiku... Biar matahari pudar, biar alam tak berputar Tapi kau kan tetap segar Di depan oh mata atau dimana juga Di dalam angan-angan ataupun kenyataan... Di alam yang indah ini semuanya bagai mimpi Tak terasa sunyi sepi Nak ku jatuh mengikut rentak lagu Irama kasih sayang kau nyanyikan padaku... Biar matahari pudar, biar alam tak berputar Tapi kau kan tetap segar Di depan oh mata atau dimana juga Di dalam angan-angan ataupun kenyataan...
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Ekspresi wajahmu dapat ku mengerti Betapa pahitnya hidup ini Bicara mu itu sukar di fahami Walaupun suaramu jelas sekali... Jauh perjalanan mindamu Tiada hujung dan waktu Tak siapa yang tahu Namun naluriku sentiasa menyebrangimu Kerana cinta padamu... Jauh perjalanan mindamu Tiada hujung dan waktu Tak siapa yang tahu Namun naluriku sentiasa menyebrangimu Kerana cinta padamu... Bagaikan misteri di dalam realiti Ku sangka kau dalam hati ini Rupanya masih jauh oh sekali...
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Cinta sepanas api Membakar sanubari Gelisah jiwa ini Aku tak lagi... Kau layarkan hatiku Ke dalam lautan rindu Makin gundah hatiku Gulanalah aku... Resah ini abadi, resah ini tak’kan berakhir Selagi engkau belum membuktikan janji kesetiaanmu Yang engkau bisikkan pada diriku Yang masih menyalakan semarak cinta oh sepanas api... Kau layarkan hatiku Ke dalam lautan rindu Makin gundah hatiku Gulanalah aku... Resah ini abadi, resah ini tak’kan berakhir Selagi engkau belum membuktikan janji kesetiaanmu Yang engkau bisikkan pada diriku Yang masih menyalakan semarak cinta Janji kesetiaanmu yang engkau bisikkan pada diriku Yang masih menyalakan semarak cinta oh sepanas api...
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Tiada kejujuran dan keikhlasan Dalam perhubungan kita berdua Aku bersungguh sungguh Engkau hanya berdusta Ingin mempersendakan cinta Kau lahirkan kata yang dusta saja Lalu kau singkirkan cinta ku yang setia Ku terpedaya dengan segala kata janji Hingga aku terlantar sepi Mengapa kau berdalih Mengapa kau tiada rasa sedih Mengapa aku yang kau jadikan Sasaran hidupmu Usahlah kau teruskan Menghancurkan hatiku ini Cukup sekadar apa yang telah Aku lalui selama ini Keruntuhan cinta memangnya lumrah Namun aku mampu mengatasinya Kerana aku yakin serta mempercayai Ada rahmatnya di balik ini
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Terganggu lamunanku seketika Oleh suara semalam mengharu jiwa Terbitlah semula derita yang menghantui jiwa Gambaran demi gambaran kini terlukis Berkeping-keping hatiku terhiris Masih terdengar lagi suara menyeksa diri Dengar dengarkan itu itu suara semalam Datang bersama dendam Dengar dengarkan itu itu suara semalam Yang penuh dengan kelukaan Ku masih di dalam kebingungan Suara semalam menghuni fikiran Haruskah engkau hadir di tengah ketenangan Dengar dengarkan itu itu suara semalam Datang bersama dendam Dengar dengarkan itu itu suara semalam Yang penuh dengan kelukaan Ku masih di dalam kebingungan Suara semalam menghuni fikiran Haruskah engkau hadir di tengah ketenangan Dengar dengarkan itu itu suara semalam Datang bersama dendam Dengar dengarkan itu itu suara semalam Yang penuh dengan kelukaan Dengar dengarkan itu itu suara semalam Datang bersama dendam Dengar dengarkan itu itu suara semalam Yang penuh dengan kelukaan Dengar dengarkan itu itu suara semalam Datang bersama dendam...
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Coba renungkan balahnya dunia Banyak sengketaan di sini-sana Hari-hari yang berita, apakah ini gejala... Bumi yang tersedia bukan untuk bertelagah Akibat sangsi curiga, kuasa dengan paksa... Hadirmu dimana-mana, perang menjawab sengketa Saudara semaluk dinista membinasa Darah haru dan lupa, jiwa menjadi raga Remuk kemanusiaan berjeritan... Bumi bagai hamparan, atur langkah tuntunan Ajak kepada damai, balah kan terurai Baris-baris yang jelas ambil dari pembatas Pada arka api dendam juga kejam... Hadirmu dimana-mana, perang menjawab sengketa Saudara semaluk dinista membinasa Darah haru dan lupa, jiwa menjadi raga Remuk kemanusiaan berjeritan... Bumi bagai hamparan, atur langkah tuntunan Ajak kepada damai, balah kan terurai Runding fikir sepakat, bibir diam aja dekat Hingga ada resapi terakhir...
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026
Mendung semalam awanan berarak berpisah Tinggal ke tabir senja Pagi yang tidur Membawa harapan bersama Menghapus kabus sendu ohh Beginilah cerita ku kemudian Aku tidak lagi berpimpinan Dengan bayanganmu oohh Mungkin ada kepastian Disebalik perpisahan yang berlalu Seperti sungaiku mengalir Terus ke saujana biru yang mendatar Tiada lagi kesamaran Mendung semalam awanan berarak berpisah Tinggal ke tabir senja Pagi yang tidur Membawa harapan bersama Menghapus kabus sendu ohh Beginilah cerita ku kemudian Aku tidak lagi berpimpinan Dengan bayanganmu oohh Beginilah cerita ku kemudian Aku tidak lagi berpimpinan Dengan bayanganmu oohh Mungkin ada kepastian Disebalik perpisahan yang berlalu Seperti sungaiku mengalir Terus ke saujana biru yang mendatar Tiada lagi kesamaran Tiada lagi kesamaran Tiada lagi kesamaran
Submitted by NecroGod — Jun 08, 2026