Restless
Album • 2013
Termenung ku duduk dalam diam Tak tau seberapa lama diam Langkah yang kupijak dalam keraguan Keterasingan akan duniaku Membentangkan sunyi yang menyendiri Hampa dan membeku menyiksa batinku Gemerlap cintaku mulai mencair Sejak kau pergi tuk membawa mimpi Sinar matahari tak lagi silaukan hariku Kesepian menyelimuti hari Kemana kubenamkan keresahanku Sinar bulan tak lagi damaikan hariku Kupandang dan kucium batas sunyi Melambaikan rindu dan air mata Ingin kupeluk bayang dirimu Dalam bentangan sunyi hariku Kemanakah cahaya keabadian Yang dulu menjadi lentera hidup Kini tlah tenggelam hampakan cintaku Siang terbuai cahaya mentari Malam terlelap dan menyepi Oh matahari berikan sinarmu Siang terbuai cahaya mentari Malam terlelap dan menyepi Oh bulan berikan damaimu Langit menutup diri dengan gelap Kemana kuharus punguti bintang Di kala angin tak lagi berhembus Kupandang dan kucium batas sunyi Melambaikan rindu dan air mata Ingin kupeluk bayang dirimu Dalam bentangan sunyi hariku Kupandang dan kucium batas sunyi Melambaikan rindu dan air mata Ingin kupeluk bayang dirimu Dalam bentangan sunyi hariku Kupandang dan kucium batas sunyi Melambaikan rindu dan air mata Ingin kupeluk bayang dirimu Dalam bentangan sunyi hariku
Submitted by johnmansley — Apr 25, 2025
Waktu bagaikan sebilah pedang Berjalan sesuai garisnya Berputar, berdetak Tanpa ampun terus menggilas Ia takkan mengasihi, takkan menunggu Seperti maut menjumpai jiwa Tuk melupankanmu, permainkanmu Dengan manis cerita dunia Lembaran kisah hidup ini segera usang Menjadi kenangan Pahit, manis, gelap dan terangnya Kan menjadi cerita wahai waktu... Waktu terkadang terasa berlari Atau merangkak begitu lambat Yang pasti dia tak akan pernah berhenti Terus meninggalkan yang masih tergagap Ia takkan mengasihi,takkan menunggu Seperti maut menjumpai jiwa Kan melupakanmu, permainkanmu Dengan manis cerita dunia Jika waktu hidupku kan berhenti Apakah sadar dunia tlah mati? Mata tak melihat, mulut tak berucap, Telinga hanya mendengar tangis Aaaa....aaaa...Haa..haaa..haa... Waktu kadang terasa berlari Atau merangkak begitu lambat Yang pasti dia tak akan pernah berhenti Terus meninggalkan yang masih tergagap Jika waktu hidupku kan berhenti Apakah sadar dunia tlah mati Mata tak melihat, mulut tak berucap Telinga hanya mendengar tangis Jika waktu hidupku kan berhenti Apakah sadar dunia tlah mati Mata tak melihat, mulut tak berucap Telinga hanya mendengar tangis
Submitted by Lake of Tears — Apr 25, 2025
Di perjalanan malam tak berbintang Mengiringi laju sang waktu Rayuan para iblis mendesah terhiraukan Dalam doa dan permohonan Mengapa teringat setelah terlanjur Terlalu jauh langkahkan kaki Mengapa tersadar setelah semua hancur Pijak kenikmatan duniawi Di perjalanan malam tak berbintang Mengiringi laju sang waktu Rayuan para iblis mendesah terhiraukan Dalam doa dan permohonan Mengapa teringat setelah terlanjur Terlalu jauh langkahkan kaki Mengapa tersadar setelah semua hancur Pijak kenikmatan duniawi Dan engkau berikan aku kedamaian Tapi syukurku sering terlupa Dan engkau berikan aku kerinduan Tapi cintaku tak pernah setia Dan engkau berikan aku kedamaian Tapi syukurku sering terlupa Dan engkau berikan aku kerinduan Tapi cintaku tak pernah setia Dan engkau berikan aku kedamaian Tapi syukurku sering terlupa Dan engkau berikan aku kerinduan Tapi cintaku tak pernah setia Dan engkau berikan aku kedamaian Tapi syukurku sering terlupa Dan engkau berikan aku kerinduan Tapi cintaku tak pernah setia Diatas langit ketika doa tak terbatas Ku ingin mencintaimu seperti cintamu Diatas langit ketika taubat tak bertepi Penuhilah rasa kerinduan kepadamu Seperti matahari yang tak pernah ingkar bersinar dipagi hari Dan engkau berikan aku kedamaian Tapi syukurku sering terlupa Dan engkau berikan aku kerinduan Tapi cintaku tak pernah setia Dan engkau berikan aku kedamaian Tapi syukurku sering terlupa Dan engkau berikan aku kerinduan Tapi cintaku tak pernah setia
Submitted by Finntroll — Apr 25, 2025
Ratusan ribu pasukan Romawi Yang dikirim raja musyrik Hiraqla Bergelombang menyerang kota Yarmuk Membawa bendera kedzaliman Puluhan ribu pasukan muslim mnghadang Berbentengkan bukit alam dan iman Berpanglimakan Saifulloh al-Maslu Pekikan takbirnya meniup angin surga Hati penuh cinta karena Illahi Basmi kesombongan hancurkan keangkuhan Walau ratusan ribu lawan menghadang Tak akan menyerah, tak akan mengalah Hati penuh cinta karena ilahi Basmi kesombongan hancurkan keangkuhan Walau ratusan ribu lawan menghadang Tak akan menyerah, tak akan mengalah Darah tertumpah debu debu berterbangan Menggumpal di atas bumi Yarmuk Suara teriakan riuh jelas terdengar Seiring rengekan suara unta dan kuda Hati penuh cinta karena Illahi Basmi kesombongan, hancurkan keangkuhan Walau ratusan ribu lawan menghadang Tak akan menyerah, tak akan mengalah Hati penuh cinta karena ilahi Basmi kesombongan hancurkan keangkuhan Walau ratusan ribu lawan menghadang.. Tak akan menyerah, tak akan mengalah Ribuan nyawa menebus syuhada Demi tegaknya jalan Robbi Izzati Kejayaan dari kokohnya iman Hancurkan keangkuhan dan kepongahan Perang Yarmuk arena para fida'iya Mencengangkan para prajurit Romawi Potret perjuangan dan pengorbanan Dari kekokohan semangat iman Ribuan nyawa menebus syuhada Demi tegaknya jalan Robbi Izzati Kejayaan dari kokohnya iman Hancurkan keangkuhan dan kepongahan Hati penuh cinta karena ilahi Basmi kesombongan hancurkan keangkuhan Walau ratusan ribu lawan mnghadang Tak akan menyerah, tak akan mengalah Hati penuh cinta karena ilahi Basmi kesombongan hancurkan keangkuhan Walau ratusan ribu lawan menghadang Tak akan menyerah, tak akan mengalah Ribuan nyawa menebus syuhada.. Demi tegaknya jalan Robbi Izzati Kejayaan dari kokohnya iman Hancurkan keangkuhan dan kepongahan Ribuan nyawa menebus syuhada Demi tegaknya jalan Robbi Izzati Kejayaan dari kokohnya iman Hancurkan keangkuhan dan kepongahan Hati penuh cinta karena ilahi Basmi kesombongan hancurkan keangkuhan Walau ratusan ribu lawan menghadang Tak akan menyerah, tak akan mengalah Hati penuh cinta karena ilahi Basmi kesombongan hancurkan keangkuhan Walau ratusan ribu lawan menghadang Taka kan menyerah, tak akan mengalah
Submitted by Dahmers Fridge — Apr 25, 2025
Kau penentang sang nabi Terlahir Quraisy Hidup di jahilyah Petarung sejati jiwanya tegar Jadi pelindung nabi Lewat ayat ilahi Dijuluki al-Faruq Sang pembeda benar dan bathil Singa padang pasir pembela kaum lemah Keras dalam kebenaran Zuhud di kehidupanmu Singa padang pasir penegak keadilan Di tanganmu kejayaan Wahai amirul mukminin Kau penentang sang nabi Terlahir Quraisy Hidup di jahilyah Petarung sejati jiwanya tegar Jadi pelindung nabi Lewat ayat ilahi Dijuluki al-Faruq Sang pembeda benar dan bathil Singa padang pasir pembela kaum lemah Keras dalam kebenaran Zuhud di kehidupanmu Singa padang pasir penegak keadilan Di tanganmu kejayaan Wahai amirul mukminin Singa padang pasir pembela kaum lemah Keras dalam kebenaran Zuhud di kehidupanmu Singa padang pasir penegak keadilan Di tanganmu kejayaan Wahai amirul mukminin
Submitted by Corpse Defiler — Apr 25, 2025
Kisah panglima perang dengan kesalehannya Meredam apa yang sabar Meredam apa yang damai Dari sebuah zaman yang penuh peperangan Pejuang kemanusiaan, penegak keadilan Dicintai musuh karena akhlak mulianya Seisi dunia berlutut pada kesahajaanmu Iringi malammu di hiasi munajat Iringi siangmu disinari semangat jihad Quran dan Hadits tertancap di kalbumu Kau berjuang dengan pedang cinta Menghunus dengan kasih sayang Bukan dengan kebencian Dan bukan dengan keganasan Berjaya takbir kemenangan Kau berjuang dengan pedang cinta Menghunus dengan kasih sayang Bukan dengan kebencian Dan bukan dengan keganasan Berjaya takbir kemenangan Di saat akan pergi Engkau pun berwasiat Untuk darah dagingnya Jangan tumpahkan darah Sebab darah yang terpercik Tak akan pernah tidur Sebab darah yang terpercik Tak akan pernah tidur Sendirian di padang pasir Aku menghitung lampu lampu masa muda kita yang meredup Berapakah yang telah terkubur oleh tanah eksekusi ini? Berapa banyak lagi yang akan mati? Kita tidak akan pernah bisa memanggil mereka kembali Dengan bunyi sitar atau lagu-lagu yang kita tulis Tetapi setiap pagi saat fajar terbit Aku akan mengenang mereka dalam salatku Kejinya panah yang telah merenggut Taqi al-Din Dan dinding-dinding kasar dunia ini yang telah mengurungku Kegelapan meraja, keterpurukan berjaya Mampukah kita menerangi jalan itu lagi Kau berjuang dengan pedang cinta Bukan menghunus dengan kebencian Berjaya takbir kemenangan Kau berjuang dengan pedang cinta Menghunus dengan kasih sayang Bukan dengan kebencian Dan bukan dengan keganasan Berjaya takbir kemenangan
Submitted by Sexy Gargoyle — Apr 25, 2025
Sebuah kisah dari tanah kegelapan Menjadi terang dengan ajaran sang nabi Negeri dengan peradaban keindahan Disaat ufuk terang wajah buminya memikat Penaklukan gemilang mimpi masa lalu Kejayaan terbungkus cinta indah dunia Untuk raja-raja bermahkota keangkuhan Dari istana yang berbenteng kerakusan Sebuah kisah dari tanah kegelapan Menjadi terang dengan ajaran sang nabi Negeri dengan peradaban keindahan Disaat ufuk terang wajah buminya memikat Penaklukan gemilang mimpi masa lalu Kejayaan terbungkus cinta indah dunia Untuk raja-raja bermahkota keangkuhan Dari istana yang berbenteng kerakusan Seribu musim tegak berdiri Mengatasnamakan semua asma-Mu Segala yang sempurna kini menghilang Terpedaya perhiasan dunia Kiblat Andalusia kini terusir Berganti dinding nista dan hina Mihrab menangis, mimbar bersenandung duka Ketika iman tak ada lagi di hati Seribu musim tegak berdiri Mengatasnamakan semua asma-Mu Segala yang sempurna kini menghilang Terpedaya perhiasan dunia Kiblat Andalusia kini terusir Berganti dinding nista dan hina Mihrab menangis, mimbar bersenandung duka Ketika iman tak ada lagi di hati Andalusia Kini derita t'lah menimpamu Tergiring nafsu menaiki singgasana Andalusia Kini derita t'lah menimpamu Mendengar retak harmoni di wajahmu
Submitted by NecroLord — Apr 25, 2025
Hati ini berpaling darimu Mata ini membuta darimu Tangan ini melemah darimu Kaki ini tak berpijak di jalanmu Lisan ini tak lagi berucap syukur Telinga ini s'lalu mendengar fitnah Berjuta nafsu yang kupuaskan Melupakan cinta engkau Rabbani-ku Gelap rasa dunia ini Terasa hampa, oh kalbuku Tapi kuyakin Engkau pemaaf Berikanlah malam ini Rida-Mu tuk taklukkan malam Setelah terlalu lama terlena Begitu jauh melangkah hina Tapi kuyakin Engkau penyayang Terimalah rindu sujudku Sebelum nafas di ujung waktu Hati ini berpaling darimu Mata ini membuta darimu Tangan ini melemah darimu Kaki ini tak berpijak di jalanmu Lisan ini tak lagi berucap syukur Telinga ini s'lalu mendengar fitnah Berjuta nafsu yang kupuaskan Melupakan cinta engkau Rabbani-ku Gelap rasa dunia ini Terasa hampa, oh kalbuku Tapi kuyakin Engkau pemaaf Berikanlah malam ini Rida-Mu tuk taklukkan malam Setelah terlalu lama terlena Begitu jauh melangkah hina Tapi kuyakin Engkau penyayang Terimalah rindu sujudku Sebelum nafas di ujung waktu Gelap rasa dunia ini Terasa hampa, oh kalbuku Tapi kuyakin Engkau pemaaf Berikanlah malam ini Rida-Mu tuk taklukkan malam Setelah terlalu lama terlena Begitu jauh melangkah hina Tapi kuyakin Engkau penyayang Terimalah rindu sujudku Sebelum nafas di ujung waktu Gelap rasa dunia ini Terasa hampa, oh kalbuku Tapi kuyakin Engkau pemaaf Berikanlah malam ini Rida-Mu tuk taklukkan malam Setelah terlalu lama terlena Begitu jauh melangkah hina Tapi kuyakin Engkau penyayang...
Submitted by Immortal — Apr 25, 2025
← Go back to Restless