Gothchestra Conspiracy
Sebuah kisah dari tanah kegelapan Menjadi terang dengan ajaran sang nabi Negeri dengan peradaban keindahan Disaat ufuk terang wajah buminya memikat Penaklukan gemilang mimpi masa lalu Kejayaan terbungkus cinta indah dunia Untuk raja raja bermahkota keangkuhan Dari istana yang berbenteng kerakusan Seribu musim tegak berdiri Mengatasnamakan semua asma-Mu Segala yang sempurna kini menghilang Terpedaya perhiasan dunia Kiblat Andalusia kini terusir Berganti dinding nista dan hina Mighrab menangis,mimbar bersenandung duka Ketika iman tak ada lagi di hati... Andalusia...kini derita tlah menimpamu Tergiring nafsu menaiki singgasana Andalusia...kini derita tlah menimpamu Mendengar retak harmoni diwajahmu
Submitted by VladTheImpaler666 — Apr 18, 2026
Raja segala raja kebengisan Tlah datang kuasai jiwa yang gelap Dusta dari segala yang nyata Tlah lahir tumbuhkan kebencian Tanah yang damai kini hancur Oleh nada nyanyian kematian Wajah-wajah murung sang penghuni Lapisi lumuran darah sesal Kehancuran di pelupuk mata Diatas tanah terbungkus nista Hancurkan dinding suci tersisa Sertai jerit jiwa yang bimbang Dunia gelap terasa dingin Saksikan ajal yang sia-sia Mungkinkah Tuhan telah murka Saksikan jiwa terbungkus dosa Ditanah kebencian ini Ditutupi wajah gelisah Hancurkan semua harapan Terkukung tak bertepi Ditanah kebencian ini Hanyalah ada kesombongan diri Akhiri semua mimpi Yang hampir terlahir Mungkinkah ini akhir dari waktu kita sebagai manusia Atau para iblis sedang berpesta didalam keangkuhan jiwa Menghiasi ruang hati manusia Yang sudah terlalu menyempit Menutup cahaya mentari Yang mungkin tak pernah bersinar Tak pernah bersinar Aku berdiri ditanah yang penuh darah Mendengar jeritan arwah-arwah Yang tak tahu harus pergi kemana Mencari tempat yang tak pernah ada
Submitted by Corpse Grinder — Apr 18, 2026
No lyrics have been submitted for this track yet.
Akankah cintaku dini berlabuh Dalam garis gelap atau ruang yang terang Berjuta nista yang tlah kutulis Melebur di dinding gelap hatiku Izinkanlah hatiku dalam ridho-Mu Walau ku mahluk hin dihadapan-Mu Setelah lama tersesat nafsu jiwa Ku ingin bersujud di atas asma-Mu Wahai pemberi cahaya teguhkan imanku Lindungi diri ini dari generlap dunia Wahai pemberi cahaya terangi langkahku Agar kudapat slalu dalam jalan-Mu Yaa Rabbi terangi bathinku..... Eko Dewo â BassShule â GuitarsPapap â Guitars, Male VoxMala â Vocals (female)Ragadipa â Violin, KeyboardsDevita â Vocals (female)Yeru Hendra Mahmeru â Drums Submits, comments, corrections are welcomed at webmaster@darklyrics.com RESTLESS LYRICS
Submitted by The Void — Apr 18, 2026
No lyrics have been submitted for this track yet.
Instrumental
Submitted by Grave666 — Apr 18, 2026
Kisah panglima perang dengan kesalehannya Meredam apa yang sabar,meredam apa yang damai Dari sebuah zaman yang penuh peperangan Pejuang kemanusiaan,penegak keadilan Dicintai musuh karena ahlak mulianya Seisi dunia berlutut pada kesahajaanmu Iringi malammu di hiasi munajat Iringi siangmu disinari semangat jihad Quran dan Hadist tertancap di kalbumu Kau berjuang dengan pedang cinta Menghunus dengan kasih sayang Bukan dengan kebencian dan bukan dengan keganasan Berjaya takbir kemenangan[2x] Disaat akan pergi engkaupun berwasiat Untuk darah dagingnya Jangan tumpahkan darah Sebab darah yang terpercik Tak akan pernah tidur Sendirian di padang pasir Aku menghitung lampu lampu masa muda kita yang meredup Berapakah yang telah terkubur oleh tanah eksekusi ini? Berapa banyak lagi yang akan mati? Kita tidak akan pernah bisa memanggil mereka kembali Dengan bunyi sitar atau lagu lagu yang kita tulis Tetapi setiap pagi saat fajar terbit Aku akan mengenang mereka dalam shalatku Kejinya panah yang telah merenggut Taki Al-Din Dan dinding dinding kasar dunia ini yang telah mengurungku Kegelapan meraja,keterpurukan berjaya Mampukah kita menerangi jalan itu lagi Kau berjuang dengan pedang cinta Bukan menghunus dengan kebencian Berjaya takbir kemenangan Kau berjuang dengan pedang cinta Menghunus dengan kasih sayang Bukan dengan kebencian dan bukan dengan keganasan Berjaya takbir kemenangan [Diambil dari buku Saladin - Tariq Ali, 1998]
Submitted by NecroLord — Apr 18, 2026
Margasatwa tak berbunyi<br/> Gunung menahan nafasnya<br/> Angin pun berhenti<br/> Pohon-pohon tunduk<br/> dalam gelap malam<br/> Pada bulan suci<br/> Qur’an turun ke bumi<br/> Qur’an turun ke bumi<br/> <br/> Margasatwa tak berbunyi<br/> Gunung menahan nafasnya<br/> Angin pun berhenti<br/> Pohon-pohon tunduk<br/> dalam gelap malam<br/> Pada bulan suci<br/> Qur’an turun ke bumi<br/> Qur’an turun ke bumi<br/> <br/> Inilah malam<br/> seribu bulan<br/> Ketika cahaya syurga menerangi bumi<br/> Ketika cahaya syurga menyinari bumi<br/> <br/> Inilah malam<br/> seribu bulan<br/> Ketika Tuhan menyeka airmata kita<br/> Ketika Tuhan menyeka dosa-dosa kita<br/> <br/> Margasatwa tak berbunyi<br/> Gunung menahan nafasnya<br/> Angin pun berhenti<br/> Pohon-pohon tunduk<br/> dalam gelap malam<br/> Pada bulan suci<br/> Qur’an turun ke bumi<br/> Qur’an turun ke bumi<br/> <br/> Qur’an turun ke bumi<br/> Turun ke bumi<br/> <br/> Lailatul Qadar<br/> Lailatul Qadar<br/> Lailatul Qadar<br/> Lailatul Qadar<br/> Lailatul Qadar
Submitted by Finntroll — May 10, 2026