Hariku Lebih Hitam dari Gelapnya Malam…
This track is instrumental.
Mimpiku semakin meninggi Anganku semakin menjauh Gelisah hati gelisah jiwa Tenggelam dalam hasratku Kulangkahkan kakiku yang letih Menapak semu tak terlihat Bayangan kelam sisi hatimu Selalu terlihat dalam benakku Di ruang gelap hitam hatimu Kuterjerat mimpi indahmu Terlelap di untaian rasa Hatiku tak pernah kau sentuh Di ruang gelap hitam hatimu Kuterjerat mimpi indahmu Terlelap di untaian rasa Hatiku tak pernah kau sentuh Karena kisah kehidupanku Hanyalah seserpih mimpi pedih Tapi cintaku seperti matahari Yang selalu merambah hari Kulangkahkan kakiku yang letih Menapak semu tak terlihat Bayangan kelam sisi hatimu Selalu terlihat dalam benakku Di ruang gelap hitam hatimu Kuterjerat mimpi indahmu Terlelap di untaian rasa Hatiku tak pernah kau sentuh Di ruang gelap hitam hatimu Kuterjerat mimpi indahmu Terlelap di untaian rasa Hatiku tak pernah kau sentuh Karena kisah kehidupanku Hanyalah seserpih mimpi pedih Tapi cintaku seperti matahari Yang selalu merambah hari
Submitted by Nargaroth — Apr 25, 2025
Jiwa bathilku tlah datang mengubur hati Kebenaran yang hakiki semakin hancur Dan terbentuklah keangkuhan jiwa Menjebak diantara ada dan tiada Tlah kepersembahkan padamu matahari Semua amarah...semua nista yang hitam Hingga aku terjatuh dalam genggaman murka Tertunduk lusuh di akhir kepenatan Teranglah langitku Senyumlah oh tanahku Kutahu kau tlah jemu Hariku tlah berlalu Beri aku keheningan Teranglah langitku Senyumlah oh tanahku Kutahu kau tlah jemu Hariku tlah berlalu Beri aku keheningan Beri aku kedamaian
Submitted by Cyberwaste — Apr 18, 2026
Terusir dikeheningan malam Hancurkan segala yang telah kurasa Terbuai didalam kesombongan Musnahkan segala yang telah kugenggam Benci keluarkan amarah Dendam munculah murka Resah bangkitkan sedih Sesal datangkan siksa Terbaring ditanah kenistaan Mengharap cahaya bulan menari Tersiksa didalam diri ini Sunyiku menjadi kepedihan Api jadikanlah air Nista datangkan ridhomu Malam berikan sinarmu Angin temani diriku Kuberlari dari semua dosa Yang terbungkus kabut kehinaan Kuhampiri semua ridhomu Kupasrahkan lahir bathinku Terbaring ditanah kenistaan Mengharap cahaya bulan menari Tersiksa didalam diri ini Sunyiku menjadi kepedihan Api jadikanlah air Nista datangkan ridhomu Malam berikan sinarmu Angin temani diriku
Submitted by Morgoth — Apr 18, 2026
Raja segala raja kebengisan Tlah datang kuasai jiwa yang gelap Dusta dari segala yang nyata Tlah lahir tumbuhkan kebencian Tanah yang damai kini hancur Oleh nada nyanyian kematian Wajah-wajah murung sang penghuni Lapisi lumuran darah sesal Kehancuran di pelupuk mata Diatas tanah terbungkus nista Hancurkan dinding suci tersisa Sertai jerit jiwa yang bimbang Dunia gelap terasa dingin Saksikan ajal yang sia-sia Mungkinkah Tuhan telah murka Saksikan jiwa terbungkus dosa Ditanah kebencian ini Ditutupi wajah gelisah Hancurkan semua harapan Terkukung tak bertepi Ditanah kebencian ini Hanyalah ada kesombongan diri Akhiri semua mimpi Yang hampir terlahir Mungkinkah ini akhir dari waktu kita sebagai manusia Atau para iblis sedang berpesta didalam keangkuhan jiwa Menghiasi ruang hati manusia Yang sudah terlalu menyempit Menutup cahaya mentari Yang mungkin tak pernah bersinar Tak pernah bersinar Aku berdiri ditanah yang penuh darah Mendengar jeritan arwah-arwah Yang tak tahu harus pergi kemana Mencari tempat yang tak pernah ada
Submitted by Finntroll — Apr 18, 2026
This track is instrumental.
Seorang manusia mencari jalan hidupnya Mematahkan langit menciumi tanah lahir Kau adalah budak kemunafikan Tatkala benar salah dan salah benar Kau adalah jelmaan patung pendusta Tatkala kebenaran adalah kebathilan Ketika kebathilan adalah kebenaran Menutupi jiwamu yang mulai rapuh Hitam jiwamu dan kau tak mampu mengubahnya menjadi putih gelap hatiku Berhari-hari kutelusuri dan kunikmati keindahan duniamu Aku disini tertunduk padamu Aku disini menjadi budakmu Keangkuhan yang dulu tlah habis Kesombongan yang kokoh tlah sirna Menghilang ... Seorang manusia mencari jalan hidupnya Mematahkan langit menciumi tanah lahir Kau adalah budak kemunafikan Tatkala benar salah dan salah benar Kau adalah jelmaan patung pendusta Tatkala kebenaran adalah kebathilan Ketika kebathilan adalah kebenaran Menutupi jiwamu yang mulai rapuh
Submitted by SerpentEve — Apr 18, 2026
Kalau aku mati jangan sangsi Karena hidup terus bernyanyi Dan kau abadi terasing sendiri Dihening sunyi mata hati Angin dingin terasa menghembus Mengembara mencari diriku Malam ini langit menangis Burung-burung malam berteriak Kurasakan jiwaku kaku melebur jauh Malam ini langit menangis Burung-burung malam berteriak Kurasakan jiwaku kaku melebur jauh Diantara dunia gelap dan terang Kuterbangun dilorong sunyi dan sepi Sampai waktu aku berdiri Untuk pulang kedalam ragaku Kalau aku mati jangan sangsi Karena hidup terus bernyanyi Dan kau abadi terasing sendiri Dihening sunyi mata hati Sosok gelap telah menghampiri Sorot mata tajam memandang Malam ini langit menangis Burung-burung malam berteriak Kurasakan jiwaku kaku melebur jauh Malam ini langit menangis Burung-burung malam berteriak Kurasakan jiwaku kaku melebur jauh Selintas ku lihat jasadku Membujur kaku terbuai mimpi Kalau aku mati jangan sangsi Karena hidup terus bernyanyi Dan kau abadi terasing sendiri Dihening sunyi mata hati
Submitted by Immortal — Apr 18, 2026
Aku adalah seorang iblis Terlahir sebagai manusia Hinggap didalam kehidupanmu Hancurkan segala resah dan mimpimu Kugenggam erat duniamu Lukiskan hitam di hatimu Gelapkan bayang yang hampa Memaku benci di jiwamu Aku adalah penguasa jiwamu Menutup langit cahaya ruangmu Aku penghancur kisah cintamu Menghimpit hening relung sedihmu Kubakar semua anganmu Lenyapkan asa didirimu Gelapkan bayang yang hampa Memaku benci dijiwamu Aku adalah penguasa jiwamu Aku adalah penguasa jiwamu Kugenggam erat duniamu Lukiskan hitam di hatimu Gelapkan bayang yang hampa Memaku benci di jiwamu
Submitted by Iron_Wraith — Apr 18, 2026
Remuklah aku...terbenamlah aku Tatkala amarah bergolak membungkus jiwa Hilanglah aku dan terbakarlah aku Ketika bisikanmu butakan hatiku Siapakah aku...dimanakah aku Tersentuh cermin bening menjadi saksiku Terlukalah aku dan menangislah aku Disaat mendung kelam menjadi tangisku Hancurlah aku...terpuruklah aku Ketika wajah iblis menutup mukaku Jatuhlah aku dan leburlah aku Saat kupijak arah sesat di jalanku Dalam sunyi kuingat wajahmu Terbayang derita menghampirimu Ketika hari tak bermakna Cahaya bulan butakan mataku Kegelapan tutupi jiwaku Hanyalah cahaya lorong kesunyian Menyinari harapan yang hilang Malaikatpun tertunduk lusuh Mengantarkan jiwamu yang hampa Ratap tangis yang tak pernah usai Tak mengubah takdir menjadi nyata Kutahu engkau takkan kembali Walau jasadmu dihadapanku Ketika hari tak bermakna Cahaya bulan butakan mataku Kegelapan tutupi jiwaku Hanyalah cahaya lorong kesunyian Menyinari harapan yang hilang Malaikatpun tertunduk lusuh Mengantarkan jiwamu yang hampa Ratap tangis yang tak pernah usai Tak mengubah takdir menjadi nyata Menarilah oh awanku Singkirkan mendung Sinarilah oh matahari hari-hariku Hingga kudapat berlari Mencari bayangmu Walau kutahu kau tlah pergi Dalam hariku
Submitted by Nargaroth — Apr 18, 2026
Genderang perang telah dimulai Dan takkan ada fajar tuk manusia Berlayar ke tanah yang kekal Dengan sisa-sisa kebencianmu Takkan tersisa kehidupan Yang ada tinggal kematian Kau akan terus menanti Keraguan dalam kegelapan Gelisah terlihat diraut wajah Saat bercak darah membeku Terangmu telah sirna ditelan bumi Karena sesat jiwa menjerat Kau tak mengerti apa itu hidup Hingga hancurkan sebuah harapan Kaupun tak pahami apa itu cinta Hingga hilangkan kebenaran Dan kau melihat Hancurnya kesombongan Ditinggal mentari Dan tak kembali Dan kau melihat Hancurnya mimpi-mimpi Terlindas dustamu Dikikis dosamu Genderang perang telah dimulai Dan takkan ada fajar tuk manusia Berlayar ke tanah yang kekal Dengan sisa-sisa kebencianmu Takkan tersisa kehidupan Yang ada tinggal kematian Kau akan terus menanti Keraguan dalam kegelapan Biarlah dia pergi ke batas nista Dikubur sesal dan pergilah jauh Jangan kembali Jangan kembali Jangan kembali Eko Dewo â BassShule â GuitarsPapap â Guitars , Male VoxAbet â DrumsMala â Vocals (female)Ragadipa â Violin , KeyboardsThanks to sihanug for sending these lyrics. Submits, comments, corrections are welcomed at webmaster@darklyrics.com RESTLESS LYRICS
Submitted by Dahmers Fridge — Apr 18, 2026