Shadow of Life...
Termenung ku duduk dalam diam Tak tau seberapa lama diam Langkah yang ku pijak bawa keraguan Keterasingan akan duniaku Membentangkan sunyi yang menyendiri Hampa dan membeku menyiksa bathinku Gemerlap cintaku mulai mencair Sejak kau pergi tuk membawa mimpi Sinar matahari tak lagi silaukan hariku Kesepian menyelimuti hari Kemana ku benamkan keresahanku Sinar bulan tak lagi damaikan hariku Ku pandang dan ku cium batas sunyi Melambaikan rindu dan air mata Ingin kupeluk bayang dirimu Dalam bentangan sunyi hatiku Kemanakah cahaya keabadian Yang dulu menjadi lentera hidup Kini kau tenggelam hampakan cintaku Siang terbuai cahaya mentari Malam terlelap dan menyepi Oh matahari berikan cahayamu Siang terbuai cahaya mentari Malam terlelap dan menyepi Oh bulan berikan damaimu Langit menutup diri dengan gelap Kemana ku harus punguti bintang Di kala angin tak lagi berhembus
Submitted by Pestilence — Apr 18, 2026
Kalau aku mati jangan sangsi Karena hidup terus bernyanyi Dan kau abadi terasing sendiri Dihening sunyi mata hati Angin dingin terasa menghembus Mengembara mencari diriku Malam ini langit menangis Burung-burung malam berteriak Kurasakan jiwaku kaku melebur jauh Malam ini langit menangis Burung-burung malam berteriak Kurasakan jiwaku kaku melebur jauh Diantara dunia gelap dan terang Kuterbangun dilorong sunyi dan sepi Sampai waktu aku berdiri Untuk pulang kedalam ragaku Kalau aku mati jangan sangsi Karena hidup terus bernyanyi Dan kau abadi terasing sendiri Dihening sunyi mata hati Sosok gelap telah menghampiri Sorot mata tajam memandang Malam ini langit menangis Burung-burung malam berteriak Kurasakan jiwaku kaku melebur jauh Malam ini langit menangis Burung-burung malam berteriak Kurasakan jiwaku kaku melebur jauh Selintas ku lihat jasadku Membujur kaku terbuai mimpi Kalau aku mati jangan sangsi Karena hidup terus bernyanyi Dan kau abadi terasing sendiri Dihening sunyi mata hati
Submitted by Infernal Flame — Apr 18, 2026
Raja segala raja kebengisan Tlah datang kuasai jiwa yang gelap Dusta dari segala yang nyata Tlah lahir tumbuhkan kebencian Tanah yang damai kini hancur Oleh nada nyanyian kematian Wajah-wajah murung sang penghuni Lapisi lumuran darah sesal Kehancuran di pelupuk mata Diatas tanah terbungkus nista Hancurkan dinding suci tersisa Sertai jerit jiwa yang bimbang Dunia gelap terasa dingin Saksikan ajal yang sia-sia Mungkinkah Tuhan telah murka Saksikan jiwa terbungkus dosa Ditanah kebencian ini Ditutupi wajah gelisah Hancurkan semua harapan Terkukung tak bertepi Ditanah kebencian ini Hanyalah ada kesombongan diri Akhiri semua mimpi Yang hampir terlahir Mungkinkah ini akhir dari waktu kita sebagai manusia Atau para iblis sedang berpesta didalam keangkuhan jiwa Menghiasi ruang hati manusia Yang sudah terlalu menyempit Menutup cahaya mentari Yang mungkin tak pernah bersinar Tak pernah bersinar Aku berdiri ditanah yang penuh darah Mendengar jeritan arwah-arwah Yang tak tahu harus pergi kemana Mencari tempat yang tak pernah ada
Submitted by Sexy Gargoyle — Apr 18, 2026
No lyrics have been submitted for this track yet.
Genderang perang telah dimulai Dan takkan ada fajar tuk manusia Berlayar ke tanah yang kekal Dengan sisa-sisa kebencianmu Takkan tersisa kehidupan Yang ada tinggal kematian Kau akan terus menanti Keraguan dalam kegelapan Gelisah terlihat diraut wajah Saat bercak darah membeku Terangmu telah sirna ditelan bumi Karena sesat jiwa menjerat Kau tak mengerti apa itu hidup Hingga hancurkan sebuah harapan Kaupun tak pahami apa itu cinta Hingga hilangkan kebenaran Dan kau melihat Hancurnya kesombongan Ditinggal mentari Dan tak kembali Dan kau melihat Hancurnya mimpi-mimpi Terlindas dustamu Dikikis dosamu Genderang perang telah dimulai Dan takkan ada fajar tuk manusia Berlayar ke tanah yang kekal Dengan sisa-sisa kebencianmu Takkan tersisa kehidupan Yang ada tinggal kematian Kau akan terus menanti Keraguan dalam kegelapan Biarlah dia pergi ke batas nista Dikubur sesal dan pergilah jauh Jangan kembali Jangan kembali Jangan kembali Eko Dewo â BassShule â GuitarsPapap â Guitars , Male VoxAbet â DrumsMala â Vocals (female)Ragadipa â Violin , KeyboardsThanks to sihanug for sending these lyrics. Submits, comments, corrections are welcomed at webmaster@darklyrics.com RESTLESS LYRICS
Submitted by Celtic Frost — Apr 18, 2026
Sepi tanpa tepi sunyi kulayani Membawa kehampaan Sesuatu yang hilang tak pernah kutemukan Menyisakan kerinduan Apapun kan kuberi juga matahari Tapi tak sehening ini Lorong-lorong gelap dalam mata hatiku Lelahkan semua anganku Ingin kudekap mata hatimu dan kubelai mesra Kucari mimpi dan harapanku terbang bersamamu Jauh kudengar kicau burung malam Bisikan kehampaan Bayang dirimu terbawa angin Menapak dalam rasaku Pagi yang tlah datang malam tenggelam Kurasa kehadiranmu Tapi cahaya remang kesendirian Membuka mata hatiku Semua jalan tlah kucoba kulewati Hari-hari tlah jauh meninggalkanku Hanyalah mimpi dan kesendirian hati Yang membentang menunggu bayangmu
Submitted by MetalElf — Apr 18, 2026
No lyrics have been submitted for this track yet.
No lyrics have been submitted for this track yet.
Mimpiku semakin meninggi Anganku semakin menjauh Gelisah hati gelisah jiwa Tenggelam dalam hasratku Kulangkahkan kakiku yang letih Jejak langkahku tak terlihat Bayangan kelam sisi hatimu Selalu terlihat dalam banaku Diruang gelap hitam hatimu Kuterjerat mimpi indahmu Terlelap diuntaian rasa Hatiku tak pernah kau sentuh Karena kisah kehidupanku Hanyalah seserpih mimpi pedih Tapi cintaku seperti matahari Yang selalu merambah hari
Submitted by Warbringer — Apr 18, 2026
Instrumental
Submitted by Corpse Defiler — Apr 18, 2026