XPDC
Album • 2002
Kalau betul ada Engkau ada benda Benda engkau nyata Belum habis kata Berdesup cahaya Wasilah tercipta Kalau betul ada Engkau ada jiwa Jiwa engkau besar Belum habis kata Berdesup cahaya Wasilah tercipta Kalau betul ada Engkau ada cinta Cinta engkau benar Belum habis kata Berdesup cahaya Wasilah tercipta Bersama kita kibar Bendera lama Bendera naga Dan Burung Garuda Kalau betul ada Engkau ada cinta Cinta engkau benar Belum habis kata Berdesup cahaya Wasilah tercipta Bersama kita kibar Bendera lama Bendera naga Dan Burung Garuda Kalau betul ada Engkau ada cinta Cinta engkau benar Belum habis kata Berdesup cahaya Wasilah tercipta hey Bersama kita kibar Bendera lama Bendera naga Dan Burung Garuda Kalau betul ada Engkau ada cinta Cinta engkau benar Belum habis kata Berdesup cahaya Wasilah tercipta Kalau betul ada Engkau ada cinta Cinta engkau benar Belum habis kata Berdesup cahaya Wasilah tercipta
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Rantau yang luas ini Mana cintanya berada Di hujung lebuhraya yang ku cari Gelabah di sini Menjelang waktu ketika Ketikanya Lebuh gelora samudera Luas rindu yang jadi gelabah Membakar rasa hanyutkan jiwa Sendiri nanti binasa Menjelang waktu ketika Ketikanya Menjelang waktu ketika Ketikanya Cinta sesekali menghalang Cinta yang kaca menitis Jiwa raga yang tak terbatas Luka yang tiada terubat Kaca gerimis Kaca gerimis oh kaca menghiris Kaca gerimis kaca menghiris Kaca gerimis oh kaca menghiris Kaca gerimis gerimis gerimis Kaca menghiris Rantau yang luas ini Mana cintanya berada Di hujung lebuhraya yang ku cari Gelabah di sini Menjelang waktu ketika Ketikanya Lebuh gelora samudera Luas rindu yang jadi gelabah Membakar rasa hanyutkan jiwa Sendiri nanti binasa Menjelang waktu ketika Ketikanya oh Menjelang waktu ketika Ketikanya Cinta sesekali menghalang Cinta yang kaca menitis Jiwa raga yang tak terbatas Menanti gelora yang hilang datang gerimis Kaca gerimis oh kaca menghiris Kaca gerimis kaca menghiris Kaca gerimis oh kaca menghiris Kaca gerimis gerimis gerimis Kaca menghiris Kaca gerimis kaca menghiris
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Asalnya Memang dulu aku tak percaya Sehingga ku jumpa Sakinah Cinta boleh mencair segala Biar keras bagai teras buana Katakan cantik mana aku tak tergoda Sehingga ku jumpa Sakinah Pintu hati yang tertutup, terbuka Datang azam nak mengolah Rancak dunia Berlagu tipu daya Mustakim semula Biarlah Orang-orang macam aku bahagia Orang-orang macam aku merdeka Tutup mata, buka mata Sakinah Dalam lena, dalam jaga Sakinah Katakan cantik mana aku tak tergoda Sehingga ku jumpa Sakinah Pintu hati yang tertutup, terbuka Datang azam nak mengolah Rancak dunia Berlagu tipu daya Mustakim semula Biarlah Orang-orang macam aku bahagia Orang-orang macam aku merdeka Tutup mata, buka mata Sakinah Dalam lena, dalam jaga Sakinah Bila kenal Sakinah Kenal diri siapa sebenar Cairlah segalanya Yang tinggal hanya benar
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Di luar goyang di dalam goncang Bergema gendang monggol dah pulang Ke mana hilang perwira kita Penjaga kota Ke mana hilang panglima kita Pembela bangsa Di luar goyang di dalam goncang Belum berperang monggol dah menang Baghdad tercinta bagaikan bunga Pudar serinya Sinar tamadun bagaikan api Disiram hujan Tinggallah bara menanti percik Batu dilaga Tangan siapa tangan bertuah Tangan berjasa Dalam berjuta ia berjaya Hari dah siang mentari jelang Monggol dah pulang, monggol dah pulang Hari dah siang mentari jelang Monggol dah pulang, monggol dah pulang Namun panjiku masih setengah tiang Namun mimpiku masih terus terus terhalang Namun nangisku masih lagi lagi berkenaan Namun langkahku masih belum perlu terancang Masih terumbang...
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Bayangkanlah lamanmu berhias api Sampai bila rumahmu mampu berdiri Sebelum Dirimu dipunahkan Bayangkanlah lahirmu ke alam ini Sampai akhir hayatmu masih merintih Menagih Kedamaian Dalam hati terlintas satu soalan Mana hilang Keinsanan Bayangkanlah lautmu dilanda taufan Sampai bila layarmu mampu bertahan Sebelum Kau tenggelam Bayangkanlah jagamu tak pernah aman Sampai malam lenamu rasa terancam Kau dalam Ketakutan Dalam hati terlintas satu soalan Mana hilang Keinsanan Mana hilang kasih sayang diberikan Tuhan pada kita insan Hingga kita biar saja hujan airmata yang melimpah Mana hilang kasih sayang diberikan Tuhan pada kita insan Hingga kita biar saja hujan airmata yang melimpah Bayangkanlah lahirmu ke alam ini Sampai akhir hayatmu masih merintih Menagih Kedamaian Bayangkanlah jagamu tak pernah aman Sampai malam lenamu rasa terancam Kau dalam Ketakutan Dalam hati terlintas satu soalan Mana hilang keinsanan Mana hilang kasih sayang diberikan Tuhan pada kita insan Hingga kita biar saja hujan airmata melimpah Mana hilang kasih sayang diberikan Tuhan pada kita insan Hingga kita biar saja hujan airmata melimpah Hingga kita biar saja hujan airmata melimpah Mana hilang kasih sayang diberikan Tuhan pada kita insan Hingga kita biar saja hujan airmata melimpah Mana hilang kasih sayang diberikan Tuhan pada kita insan Hingga kita biar saja hujan airmata melimpah
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Ho u oh Ku menepis kau menembak Mengorbankan nyawa ikan Hidup sudah mahu tamat Sana sini menjadi gamat Dunia aman porak poranda Angkara nafsu yang menggoda Aku dia dan juga mereka Jadi lauk santapannya Hidup sudah tiada senang Duka tambah membebankan Apa lagi yang di kejar Masa yang tidak pernah berhenti Ho u oh Ku menepis kau menembak Mengorbankan nyawa ikan Hidup sudah mahu tamat Sana sini menjadi gamat Dunia aman porak poranda Angkara nafsu yang menggoda Aku dia dan juga mereka Jadi lauk santapannya Kawan-kawan jadi lawan Kawan lawan dengan kawan Perang bikin apa perang Perang buat apa perang Gelap nanti jadi terang hey Ku menepis kau menembak Mengorbankan nyawa ikan Hidup sudah mahu tamat Sana sini menjadi gamat Dunia aman porak poranda Angkara nafsu yang menggoda Aku dia dan juga mereka Jadi lauk santapannya Kawan-kawan jadi lawan Kawan lawan dеngan kawan Perang bikin apa perang Perang buat apa pеrang Kawan-kawan jadi lawan Kawan lawan dengan kawan Perang bikin apa perang Gelap nanti jadi terang hey Mari kita merantau mari merantau Agar kamu bekerja untuk sekarang Mari kita merantau mari merantau Agar kamu bekerja untuk sekarang
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Terang malam ada bintang Cahaya kerlipan satu malam Terang malam beribu bintang Redup hatiku sebelum datang Lembut meniup bayu malam Di pinggir gunung labuh di kuala Hitam yang nyaman di malam ini Rasanya serta aku bersama Aku yang tertinggal di situ Meneguk masa lurah tak terima Hanya erti sepanjang zaman Aku tahu ada pasangannya Antara aku, antara ketikanya Berjalan denganmu Hanya aku tahu Selamat Lembut meniup bayu malam Di pinggir gunung labuh di kuala Hitam yang nyaman di malam ini Rasanya serta aku bersama Aku yang tertinggal di situ Meneguk masa lurah tak terima Hanya erti sepanjang zaman Aku tahu ada pasangannya, oh Antara aku, antara ketikanya Berjalan denganmu Hanya aku tahu selamat Selamat
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Kat mana kuah nak tumpah? Di nasi takkan ke tanah Kat mana ilmu nak curah? Di budi yang punya hikmah Bagi Tuah lurus sangat Langsung tidak kenal jahat Bagi Jebat ikut rasa Cepat lenting pantang cabar Bagi kita lebih baik Ada cerdik, ada celik Bukan borak, kaki haprak Bukan borak, kaki haprak Bukan borak, kuat kerak Kat mana kuah nak tumpah? Di nasi takkan ke tanah Kat mana ilmu nak curah? Di budi yang punya hikmah Bagi Tuah lurus sangat Langsung tidak kenal jahat Bagi Jebat ikut rasa Cepat lenting pantang cabar Bagi kita lebih baik Ada cerdik, ada celik Jadi kita lebih baik Jadi cerdik, jadi celik Bukan borak, kaki haprak Bukan borak, kaki haprak, oh Bukan borak, kaki haprak Bukan borak, kaki haprak
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Wo wo Ku pancu mobil Membelah malam Merah di mata Menahan lena Menjemputmu ke sisiku Mereda denyut jantungku Tolonglah daku dikali ini Saratnya lelah nafasku ini Menangguh bagai bebanan Seolah esok takkan datang Wo wo Usahlah disangsi kelopak hati Di jalan ini penuh bersaksi Walaupun seribu duri wo Aku datang sekejap lagi Sekilas api aku kau cari Tanpa dirimu terasa sepi Bagaikan mentari yang ditutupi Awan yang mendung Muncul sepanjang hari wo Kau teguhlah berdiri Riasmu yang bersakti Menusuk sanubari Menumpang mimpi-mimpi wo Tolonglah daku dikali ini Saratnya lelah nafasku ini Menangguh bagai bebanan Seolah esok takkan datang Sekilas api aku kau cari Tanpa dirimu terasa sepi Bagaikan mentari yang ditutupi Awan yang mеndung Muncul sepanjang hari wo Tolonglah daku dikali ini Tanpa dirimu terasa sepi Bagaikan mеntari yang ditutupi Awan yang mendung Muncul sepanjang hari wo Kau teguhlah berdiri Riasmu yang bersakti Menusuk sanubari Menumpang mimpi-mimpi Wo Ho
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
Mega memega, Bagai berbagai Tangan yang lincah, Tak boleh duduk diam Kereta lembu, Pasangnya tanpa paku Larinya tak laju, Dua jam ribu batu Jadi atau tidak, Sudah atau belum Ok atau KO, Siapa pun tak tahu Karam dilautan, Luas terpanah hidup Yang lain jadi mangsa, Ikan jerung Yang lain jadi mangsa, Ikan jerung Sekerunya tak cukup satu, Ada kala terlebih dulu Ada kala lagi maju, Ada masa lagi perlu Alang-alang seluk pekasam, Biar sampai pecah tempayan Ini satu warisan, Satu keberanian Orang lama orang baru Kampong cina, kampong melayu Ramai Ramai Ramai Ramai, jadi satu
Submitted by Lake of Tears — Feb 06, 2026
← Go back to XPDC